7 Bahasa Pemrograman Untuk Pemula

7 Bahasa Pemrograman Untuk Pemula
','

' ); } ?>

Banyaknya pilihan bahasa pemrograman terkadang membingungkan. Khususnya bagi seorang developer atau programmer pemula. 

Ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan. Pertama, Anda perlu tahu kelebihan dan kekurangannya. Kedua, pastikan Anda juga mengerti kebutuhan dan keinginan Anda. 

Selain itu, kebutuhan industri teknologi pun patut diperhatikan. Jika ada bahasa pemrograman yang peminatnya tinggi, Anda mungkin bisa mulai mempelajarinya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Pada artikel ini, ada tujuh bahasa pemrograman yang akan dibahas. Bahasa-bahasa ini tentunya wajib Anda ketahui. Tujuannya supaya Anda bisa memilih bahasa yang tepat untuk dipelajari. 

Mari kita bahas satu per satu lewat poin-poin di bawah ini.

Apa Itu Bahasa Pemrograman?

Bahasa pemrograman merupakan bahasa komputer. Bahasa ini digunakan oleh programmer atau developer. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan komputer itu sendiri. (Javatpoint)

Dengan bahasa pemrograman, Anda dapat memerintahkan komputer untuk melakukan sesuatu. Contohnya seperti membuat aplikasi web, mobile, tab, dan juga desktop.

Jenis Bahasa Pemrograman

Seiring dengan perkembangan teknologi dan waktu, ada banyak bahasa pemrograman yang muncul. Mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. 

Sebelum mempelajari suatu bahasa, Anda perlu mengetahui kegunaan, kelebihan, dan kekurangannya. Di bawah ini, Anda dapat mengulik ketiga aspek tersebut dalam setiap bahasa. Sehingga nantinya Anda akan lebih mudah untuk memilih.

1. Python

Logo Python
(Source: Flaticon)

Python adalah sebuah bahasa pemrograman yang rilis pada tahun 1991. Bahasa ini dibuat dan dikembangkan oleh Guido van Rossum.

Python biasanya digunakan untuk berbagai macam aplikasi. Contohnya aplikasi web, perangkat lunak, dan aplikasi bisnis seperti e-commerce.

Kelebihan dari Python adalah bahasa ini mudah untuk dipelajari. Strukturnya sangat sederhana dan mirip dengan bahasa Inggris. Sehingga mudah untuk dimengerti dan ditulis. 

Selain itu, Python didukung oleh library yang luas. Hal ini tentunya akan membantu Anda dalam mengembangkan sebuah program atau aplikasi.

Namun, Python juga memiliki kekurangan. Proses eksekusinya lebih lambat daripada bahasa pemrograman lain. Hal ini karena perintah pada Python dituliskan lewat baris per baris. 

Terlebih lagi, bahasa pemrograman yang satu ini menghabiskan banyak memori. Bahasanya juga kurang cocok untuk mengembangkan aplikasi mobile. Contohnya seperti aplikasi iOS dan Android. Python bekerja lebih baik untuk aplikasi desktop.

2. Go

Logo Golang
(Source: Flaticon)

Go atau Golang dirilis pada tahun 2009. Bahasa pemrograman ini dikembangkan oleh tiga engineer dari Google. Tujuan utama mereka adalah membuat sebuah bahasa yang bisa memudahkan proses pengembangan perangkat lunak. 

Bahasa Go termasuk cukup populer. Di Indonesia sendiri, ada beberapa perusahaan yang memakai bahasa pemrograman ini. Dua di antaranya adalah Tokopedia dan Gojek. 

Struktur bahasanya yang sederhana adalah salah satu faktor yang membuat bahasa Go banyak dipakai. Jika Anda sudah memiliki bekal pengetahuan tentang bahasa lain, Go akan sangat mudah untuk dimengerti. Namun, bahasa ini juga sangat cocok untuk pemula.

Jika dibandingkan dengan Python, Go bisa dibilang lebih cepat. Hal ini karena Go tidak membutuhkan interpreter

Selain itu, Go memiliki fitur garbage collector. Fitur ini berguna untuk menghapus memori-memori yang sudah tidak dipakai. Sehingga tidak akan terlalu banyak menghabiskan memori seperti Python. 
Meskipun begitu, Go termasuk bahasa pemrograman yang masih muda. Berbeda dengan Python, library yang dimiliki Go tidak begitu luas. Programmer mungkin perlu bekerja ekstra. Khususnya jika ingin menggabungkan Go dengan bahasa lain.

3. Java

Logo Java
(Source: Flaticon)

Bahasa pemrograman Java sudah cukup lama digunakan. Bahasa ini diluncurkan pada tahun 1995. Biasanya, Java digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak.

Java adalah bahasa yang object-oriented atau berorientasi pada objek. Maksudnya, bahasa ini bisa menyelesaikan masalah-masalah yang rumit dengan lebih mudah. 

Bahasa pemrograman ini juga termasuk multi-threaded programming language. Artinya, ketika Anda menggunakan Java, Anda bisa melakukan dua atau lebih pekerjaan dalam satu waktu yang sama. 

Akan tetapi, Anda perlu Java Virtual Machine (JVM) untuk menggunakan bahasa Java. Hal ini tentunya membutuhkan banyak memori. 

Dengan kebutuhan memori yang tinggi, Java termasuk bahasa yang mahal. Anda butuh perangkat keras tingkat tinggi untuk menjalankan Java.

4. Javascript

Logo Javascript
(Source: Flaticon)

Sama seperti Java, bahasa pemrograman Javascript diciptakan dan dikembangkan pada tahun 1995. Bahasa yang satu ini juga mendapatkan pengaruh dari Java.

Namun, Javascript termasuk bahasa yang bersifat client-side scripting. Artinya, kode-kode Javascript dapat dilihat di browser pengguna. Berbeda dengan Java dan Python yang kodenya bersifat rahasia. Hal ini karena kedua bahasa tersebut bersifat server-side scripting.

Client-side ini berpengaruh pada kecepatan Javascript. Eksekusi kodenya menjadi lebih cepat karena tidak perlu terhubung dengan server atau penyedia. 

Di sisi lain, client-side ini cukup riskan untuk keamanan penggunanya. Kode-kode Javascript bisa saja disalahgunakan oleh pengguna lain. Hal ini tentunya bisa mengeksploitasi sistem penggunanya.

5. C

Logo C
(Source: Flaticon)

Dari keempat bahasa pemrograman di atas, bahasa C termasuk yang paling tua. Hal ini karena C pertama kali diimplementasikan pada tahun 1972. 

Biasanya, bahasa C digunakan untuk sistem operasi. Contohnya seperti Windows, Linux, dan Mac. 

Ketika Anda menggunakan bahasa C pada sebuah sistem, Anda bisa menggunakannya lagi di sistem-sistem yang lain. Tidak ada perubahan yang perlu dilakukan. Kalaupun ada, perubahannya hanya sedikit. 

Dengan umurnya yang sudah tua, C punya variasi data yang banyak. Operatornya juga kuat. Hal ini membuat kerja C menjadi efisien dan cepat.

Namun, bahasa pemrograman C juga punya kekurangan. Ketika Anda salah menuliskan kode, sistem C tidak langsung memberi tahu Anda jika ada error. Pengecekan error akan muncul setelah Anda selesai menuliskan semua kode. Hal ini membuat pengecekan menjadi agak berat dan kompleks.

6. C++

Logo C++
(Source: Flaticon)

Bahasa pemrograman C++ dikembangkan pada awal 1980. Pengembangannya berdasarkan bahasa C. Kegunaannya pun masih sama. Bahasa C++ banyak digunakan untuk sistem operasi desktop.

Bahasa yang satu ini juga bersifat portable seperti bahasa C. Program yang Anda buat untuk sistem operasi Linux bisa Anda gunakan juga untuk Windows. Tentunya tanpa ada masalah.

Sayangnya, C++ kurang fleksibel. Struktur sintaksnya agak rumit. Sehingga sulit untuk dikuasai. Jika ada sedikit kesalahan, hasilnya akan ada banyak error yang muncul.
Bahasa ini juga berbeda dengan bahasa Go. C++ tidak memiliki garbage collector. Artinya, developer atau programmer perlu mengatur sendiri memori penyimpannya. Hal ini cukup memakan waktu.

7. Swift

Logo Swift
(Source: Flaticon)

Jika Anda menggunakan produk-produk Apple, bahasa pemrograman Swift adalah salah satu bahasa pengembangnya. Bahasa ini dikembangkan oleh Apple pada tahun 2014. Jadi, termasuk masih baru.

Swift merupakan bahasa yang eksekusinya sangat cepat. Bahkan, Apple sendiri mengatakan bahwa Swift bisa 8,4 kali lebih cepat daripada Python.

Kecepatan tersebut didukung oleh struktur sintaks yang sederhana dan jelas. Hal ini tentunya bisa menghemat banyak waktu. Bahasanya juga mudah dipelajari dan dikembangkan.

Sayangnya, Swift termasuk bahasa yang masih muda. Bahkan belum ada sepuluh tahun sejak bahasa ini muncul. Jadi, masih banyak hal yang perlu dikembangkan dari bahasa ini.

Terlebih lagi, Swift hanya bisa dikembangkan untuk iOS7 ke atas. Bahasa ini tidak mendukung pengembangkan iOS versi lama.

Kesimpulan

Terdapat banyak bahasa pemrograman yang dapat Anda pelajari sebagai pemula. Mulai dari bahasa yang mudah sampai dengan yang rumit. Umur bahasanya pun bervariasi. 

Untuk memilih bahasa yang tepat, Anda perlu pelajari terlebih dahulu kegunaan, kelebihan, dan kekurangannya. Ketiga aspek tersebut tentunya dapat Anda lihat kembali pada ketujuh bahasa di atas. 

Selain melihat ketiga aspek tersebut, Anda juga perlu mengetahui kebutuhan Anda serta kebutuhan industri. Pastikan Anda mempelajari bahasa yang memang dibutuhkan pada masa sekarang maupun di masa depan. 

Semoga membantu!

Leave a Reply