Belajar Coding Untuk Pemula

Belajar Coding Untuk Pemula
','

' ); } ?>

Apa itu coding?

Sebelum Anda memulai belajar coding khususnya untuk pemula, pengertian, fungsi, hingga bagian-bagian dari coding harus Anda kuasai.

Coding, atau yang biasa kita sebut sebagai pemrograman komputer, merupakan cara atau proses kita untuk berkomunikasi dengan computer atau memberi instruksi dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Sebelum bahasa pemrograman digunakan, manusia cenderung menggunakan bahasa mesin yang sangat sederhana dan terdiri dari dua angka yaitu 0 (nol) dan 1 (satu). Namun, ternyata bahasa mesin cukup sulit dan memakan banyak waktu untuk menerjemakan perintah manusia ke komputer. Pada akhirnya, bahasa pemrogaman menjadi solusi yang tepat untuk menggantikan bahasa mesin sebagai sarana menyampaikan instruksi dengan komputer. Coding sendiri digunakan pada website, aplikasi, dan banyak teknologi yang kita gunakan sehari-hari baik melalui telepon genggam maupun komputer.

Fungsi Coding

Coding sendiri secara garis besar berfungsi untuk memberi tahu komputer perintah atau tindakan apa yang harus dilakukan. Melalui kegiatan coding, kamu bisa memberi instruksi kepada komputer apa yang harus dilakukan atau bagaimana menyelesaikan sebuah tugas dengan cara yang jauh lebih cepat. Kamu dapat menggunakan keterampilan ini untuk membuat situs web dan aplikasi, memproses data,

Fungsi lain dari coding yaitu:
1. Menciptakan aplikasi baru
2. Berkontribusi untuk inovasi baru di dunia
3. Bidang pekerjaan yang menjanjikan seiring dengan semakin berkembang nya teknologi digital

Konsep Dasar

Coding memiliki konsep dasar yang harus dipahami oleh semua programmer terutama bagi para pemula. Ada 5 hal dasar coding yang harus kamu ketahui yaitu:

1. Variable

Variable merupakan bagian yang paling dasar di setiap bahasa pemrograman. Variable berfungsi sebagai wadah yang menampung dan menyimpan informasi atau data yang bisa digunakan kapan saja melalui perujukan.

Contoh yang paling sederhana dari variable adalah ketika kamu mengunjungi sebuah website dengan format “nama” atau “email”, maka ketika kamu menuliskan nama dan alamat email kamu pada tempat yang sudah disediakan, komputer akan menerjemahkan melalui variable yang sebelumnya sudah ditentukan oleh programmer berupa “name” dan “email”.

2. Tipe Data

Bentuk data atau yang biasa disebut tipe data pada setiap pemrograman bisa berbeda-beda, namun pada umumnya banyak dari bahasa pemrogaman cenderung memiliki tipe data standard yang merupakan tipe data yang memang sudah menjadi bahasa pemrogaman default, dan pada dasarnya, tipe data standard adalah tipe data yang sejenis atau bahkan sama. Tipe data standar umumnya bermanfaat sebagai salah satu saranabelajar coding untuk pemula.

Beberapa contoh dari tipe data standard dan fungsi nya:

  • String digunakan untuk menyimpan huruf abjad dan kata (“a,i,u,e,o”, “komputer”, “makan”
  • Integer digunakan untuk menyimpan bilangan bulat (0,1,2,3,4,5,…)
  • Float digunakan untuk menyimpan bilangan desimal atau yang berbentuk koma (1.5, 2.5, 3.5, …)
  • Boolean digunakan untuk menyimpan data logika (true dan false)
  • Byte digunakan untuk menyimpan data yang berupa gambar atau bentuk dasar dari sebuah teks
  • Array digunakan untuk menyimpan variable yang sejenis atau sama

Tipe data juga bisa disesuaikan sesuai kebutuhan programmer yang nantinya disebut tipe data bentukan.

3. Struktur Data

Struktur data ini menungkinkan seorang programmer untuk mempersempit pengumpulan data yang berjumlah terlalu banyak yang memungkin jumlah data menjadi terlalu besar. Pada “variable” di urutan pertama konsep dasar coding, kita mengetahui ada Variable yang berupa “name” dan “email”. Jika programmer harus menyimpan dan mereferensikan 100 nama dan alamat email pengunjung, maka struktur data adalah pilihan yang tepat untuk mempermudah semua variable yang ada menjadi terkait satu sama lain, yang nantinya menjadi “Daftar”.

Tanpa adanya struktur data ini, seorang programmer harus membuat 100 variabel yang berbeda untuk setiap nama pengunjung yang akan berakibat pada meningkatnya jumlah teks dalam program tersebut dan nantinya bisa mempersulit penambahan atau penghapusan kontak baru yang terdeteksi.

Dengan menggunakan struktur data, seorang programmer bisa membuat satu variable dengan berbagai struktur data di dalam nya yang berarti kode yang digunakan akan lebih mudah untuk diubah.

4. Struktur Kontrol

Struktur kontol pada coding berfungsi untuk menganalisa variable dan memilih perintah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Misalnya ketika sebuah program komputer sedang berjalan dan komputer sedang membaca kode baris demi baris dari atas ke bawah dan pada umumnya dari kiri ke kanan.

Ketika komputer sedang membaca kode, maka akan ada saat dimana komputer harus membuat sebuah keputusan yang telah berdasar pada aturan yang telah ditetapkan oleh programmer. Pada saat inilah kode dapat “berpindah” dari satu bagian ke bagian lain dari sebuah program. Selain itu, kode juga bisa menjalankan kembali bagian kode tertentu atau bahkan melewatkan kode tertentu jika diperlukan.

5. Syntax

Syntax atau sintaksis merupakan yang menentukan tata letak huruf atau bahkan symbol tertentu. Syntax harus diatur setepat mungkin agar komputer dapat membaca dan menerjemahkan kode secara akurat.

Misalnya pada alamat email, yang biasanya terdiri dari simbol “@” dan berakhiran dengan domain dari situs web tertentu seperti contohnya: abcdefg@yahoo.com. Struktur email yang seperti ini dikenal dengan syntax email standar yang sangat umum dan mudah untuk digunakan.

Jika alamat email yang dibaca oleh komputer tidak sesuai syntax standar nya, maka komputer tidak dapat membaca, menerjemahkan, atau bahkan memproses alamat email yang terseida. Oleh karena itu, setiap bahasa pemrograman komputer memiliki syntax yang berbeda sesuai dengan bagaimana kode harus ditulis agar program dapat dibaca dan diterjemahkan oleh komputer.

Jenis-Jenis Coding

1. Low-Level

Low-level programming language atau bahasa pemrograman tingkat rendah memiliki tingkat abstraksi yang snagat rendah, yang berarti lebih dekat ke biner dan lebih jauh dari bahasa manusia. Kita dapat mengatakan itu adalah kebalikan dari bahasa tingkat tinggi. Low-level programming language ini lebih sulit untuk digunakan dan dipelajari, tetapi menawarkan lebih banyak fungsionalitas dan kontrol langsung pada sistem komputer. Bahasa pemrogaman tingkat rendah ini juga membantu progammer untuk membuat perangkat lunak komputer yang jauh lebih efisien dan terperinci. Selain itu, level bahasa pemrograman ini cocok digunakan sebagai bahan belajar coding untuk pemula.

2. High-Level

High-level programming language atau bahasa pemrograman tingkat tinggi berisi tingkat abstraksi yang lebih tinggi, yang berarti lebih dekat dengan bahasa manusia dan lebih jauh dari bahasa pengkodean mesin. Jneis bahasa pemrograman tingkat tinggi ini mudah digunakan dan dipelajari oleh pemula, tetapi perlu juga dicatat bahwa ia biasanya menawarkan kontrol dan fungsionalitas yang lebih sedikit terhadap sistem komputer.

High-level programming language ini sebagian besar cenderung sangat otomatis dimana sebuah perintah pemrograman bisa melakukan banyak hal yang telah diprogram sebelumnya untuk membuat pemrograman lebih efektif, efisien, dan cepat.

3. Major Coding Paradigm

Merupakan salah satu faktor penting di luar bahasa pemrograman tingkat rendah dan tingkat tinggi. Ada berbagai tipe pemrograman yang disebut paradigma. Disebutkan di bawah ini adalah berbagai jenis paradigma bahasa pengkodean: –

Pemrograman basis data Pemrograman berorientasi objek Pemrograman logis Pemrograman fungsional Pemrograman prosedural

Lalu, jenis coding apa yang sebaiknya kamu pilih? Semuanya tergantung kebutuhan setiap programmer. Namun, ada berbagai jenis bahasa pemrogaman yang umum digunakan di seluruh dunia seperti Front End Web Development Coding Language yang biasanya menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.

Apakah coding memiliki peluang yang baik untuk masa depan?

Iya. Jenjang karir untuk programmer dan coding tergolong sangat baik karena saat ini banyak sekali peluang di seluruh penjuru dunia, dan sebagian besar dari peluang itu dibayar dengan baik, menurut BLS, programmer komputer memperoleh gaji rata-rata $89.190 pada tahun

2020, web developers memperoleh rata-rata $77.200 per tahun, dan software developers memperoleh $110.140 per tahun. Selain itu, coding juga merupakan jenjang karir yang bermanfaat mengingat dampaknya pada dunia sehari-hari, dan bisa menyenangkan bagi mereka yang memiliki minat dalam daftar topik yang luas.

Leave a Reply