Apa Itu Quality Assurance? Tugas, Skill, dan Gaji

<strong>Apa Itu Quality Assurance? Tugas, Skill, dan Gaji</strong>
','

' ); } ?>

“Quality Assurance itu apa sih?”

Akhir-akhir ini, kamu pasti sering dengar pertanyaan tersebut. Atau, malah kamu yang bertanya-tanya?

Wajar, soalnya posisi Quality Assurance lagi banyak banget dicari. Bahkan, ada lebih dari 1000+ lowongan untuk posisi ini di salah satu situs job portal Indonesia. 

Terus, kok bisa ya lowongannya banyak banget? Emangnya ada apa? 

Coba deh bayangin. Kamu lagi laper banget dan mau pesan makanan via aplikasi. Tapi, aplikasinya loading terus. Kamu akhirnya nggak bisa beli makanan sama sekali. Kira-kira, kesel nggak? Puas nggak sama kinerja aplikasinya?

man mad because software quality is bad
(Sumber: Image by 8photo on Freepik)

Pastinya enggak dong! Makanya, di situlah software Quality Assurance dibutuhkan. Tujuannya supaya kamu bisa menggunakan aplikasi atau produk senyaman mungkin.

Nah, biar lebih paham, yuk kita cari tau lebih lanjut lewat poin-poin di bawah ini. Disimak sampai akhir ya!

Apa Itu QA?

Pada dasarnya, Quality Assurance memastikan bahwa kualitas suatu produk atau perangkat lunak itu baik. Sehingga, perangkat lunak tersebut bisa digunakan oleh user dengan sebaik mungkin. 

Namun, Quality Assurance nggak hanya terlibat dalam proses “penentuan kualitas” aja, tapi juga dari awal pembuatan software. Maksudnya kayak gimana tuh? 

Jadi, sebelum proses software development, ada yang disebut dengan perencanaan. Ini adalah proses penentuan requirements dari sebuah software. Requirements di sini berisi ekspektasi dan hasil apa saja yang diharapkan ketika sebuah perangkat lunak sudah selesai dibuat. 

software requirements
(Sumber: Photo by Pankaj Patel on Unsplash)

Nah, nantinya, seorang software Quality Assurance harus mengecek apakah perangkat lunak tersebut sesuai requirements atau tidak. Jika tidak, maka produk tersebut belum bisa dirilis dan digunakan oleh user

Sampai sini udah mulai paham, kan? 

Sekarang, yuk kita coba masuk ke tugas dan tanggung jawabnya. Simak di bagian selanjutnya!

Tugas QA

(Sumber: Image by DCStudio on Freepik)

Salah satu tugas yang wajib dilakukan oleh seorang QA adalah testing. Proses ini sangat krusial agar perangkat lunak yang dihasilkan memiliki kualitas yang sesuai dengan harapan. 

Pada proses testing, mereka tidak sendirian. Ada beberapa function yang juga terlibat. Contohnya seperti Front End Developer dan Back End Developer yang membangun sebuah aplikasi mobile atau website dari awal. 

Nah, QA sendiri bertugas untuk melakukan testing dari aplikasi yang sudah dibuat oleh Front End dan Back End Developer. Dikutip dari airfocus, ada beberapa tahapan dalam testing yang dilakukan. 

Berikut adalah tahapan-tahapannya!

1. Mendesain Test

Masih ingat kan dengan requirements yang pernah disebutkan sebelumnya? Nah, hal tersebut berada di awal proses pengembangan perangkat lunak. Begitu juga dengan tahapan mendesain test. 

Di sini, QA akan mencatat test apa saja yang nantinya harus dilakukan. Pastinya dengan memperhatikan fitur-fitur apa saja yang akan dibuat dalam sebuah aplikasi. 

2. Mengeksekusi Test

Mengeksekusi test bisa nggak dilakukan secara sekaligus loh, tapi bertahap!

Misalkan, Gojek adalah aplikasi transportasi online yang memiliki fitur untuk pesan makanan. Nah, apakah nantinya user bisa memesan makanan dengan cepat? Apakah menu dan harga makanan bisa dilihat dengan baik oleh user

Hal-hal tersebut nantinya akan diuji oleh seorang Quality Assurance. Mereka wajib memastikan semua fitur bisa berjalan sesuai dengan requirements!

3. Menganalisis Test

Setelah eksekusi test dilakukan, sekarang waktunya analisis!

Di tahapan ini, seorang Quality Assurance bisa melihat aspek apa saja yang sesuai ekspektasi, dan mana saja yang tidak. Jika ada yang gagal, maka mereka akan mencatat, mendokumentasi, dan mengkomunikasikannya dengan si pembuat software. Contohnya seperti Front End dan Back End Developer.

Nah, dokumentasi ini adalah patokan untuk eksekusi test selanjutnya. Nanti mereka akan melihat apakah problem yang muncul sebelumnya sudah berhasil diselesaikan atau belum. Jika belum, maka aspek tersebut akan diuji terus hingga hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

4. Meningkatkan Kualitas Test

“Katanya ningkatin kualitas produk, kok kualitas test nya juga ikutan?”

Pasti dong! Hal ini karena proses testing nggak cuma dilakukan satu atau dua kali saja, tapi berkali-kali. Setiap tahapan pengembangan perangkat lunak pasti ada proses testing nya. 

Nah, karena testing dilakukan secara berulang-ulang, kualitasnya pun harus ditingkatkan. Jangan sampai proses testing tersebut gagal menentukan tinggi atau rendahnya kualitas dari sebuah produk atau software.

Nah, di atas tadi adalah empat tahapan testing yang wajib kamu lakukan jika ingin berkarir sebagai seorang Quality Assurance (QA) Engineer!

Tapi, mengetahui tahapan testing aja nggak cukup. Kamu harus tau skill dan teknologi apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi QA Engineer. 

Yuk kita kupas tuntas lewat bagian berikut ini!

Skill dan Tech Stack yang Dibutuhkan

1. Menguasai Bahasa Pemrograman

Bukan engineer namanya kalau belum paham bahasa pemrograman!

Setiap software yang dikembangkan oleh Frontend maupun Backend Developer pasti dibuat dengan bahasa pemrograman tertentu. Nah, beberapa bahasa pemrograman yang bisa dikuasai oleh QA Engineer adalah Python, C++, dan Java. 

Di Immersive Program sendiri, kamu akan banyak bersinggungan dengan Java. Ini adalah bahasa pemrograman utama yang diajarkan dari nol di kelas QA Engineering!

Namun, nggak menutup kemungkinan kamu juga harus paham bahasa pemrograman di sisi Frontend dan Backend. Contohnya seperti Javascript dan Golang.

2. Mampu Menjalankan Berbagai Macam Testing

Sebagai QA Engineer, menjalankan testing adalah sebuah kewajiban. Nah, kamu harus bisa nih menguasai berbagai macam testing!

Ada dua tipe testing yang biasanya diajarkan di Immersive Program, yaitu Manual Testing dan Automation Testing. Beberapa tools yang bisa kamu kuasai adalah Postman, Cucumber, Selenium, Katalon Studio, dan masih banyak lagi.

3. Bisa Berkomunikasi dengan Baik

Masih ingat kan kalau QA Engineer punya tugas untuk mendokumentasi dan mengkomunikasikan hasil testing ke developer?

Artinya, skill komunikasi di sini sangat dibutuhkan supaya semua tahapan testing dapat berjalan dengan lancar. Begitu juga dengan proses pengembangan software

Kebayang nggak kalau QA Engineer nggak bisa berkomunikasi dengan baik? Pastinya akan menghambat keseluruhan proses. Akhirnya, kualitas suatu produk pun nggak terjamin. 

Jadi, selain hard skill, pastiin kamu juga menguasai soft skill nya ya biar seimbang!

Jenjang Karir dan Gaji QA

Jenjang karir di bidang QA itu luas!

Dilansir dari Airfocus, kamu bisa berkarir sebagai:

  • Quality Assurance Engineer
  • Quality Engineer Leader
  • Business Analyst
  • Chief Technology Officer (CTO)

Selain itu, pendapatan seorang QA Engineer juga bisa dibilang cukup tinggi. Rata-rata gaji seorang QA Engineer di Indonesia adalah Rp8.000.000-Rp9.000.000 per bulan menurut Glassdoor!

Sekarang, mulai kebayang kan gimana rasanya berkarir di bidang QA? 

Kalau kamu punya impian menjadi seorang QA Engineer, kamu bisa mulai belajar di Immersive Program dari nol loh! Nggak perlu punya background IT kok. Ada banyak lulusan yang background pendidikan dan pekerjaannya beragam. Mulai dari Teknologi Pertanian, Teknik Sipil, Sastra, hingga Politik!

Pssst, kamu juga bisa loh bayar biaya programnya setelah dapat kerja~

Yuk mulai kepoin silabus Immersive Program!

Semoga membantu!

Leave a Reply