UI UX: Perbedaan dan Contohnya

UI UX: Perbedaan dan Contohnya
','

' ); } ?>

Sering dengar tentang UI UX? Wajar aja sih, kedua hal ini memang lagi banyak diminati oleh orang-orang. Salah satunya adalah posisi UX Designer.

Semenjak sektor teknologi semakin berkembang, kebutuhan akan UX Designer pun semakin tinggi. Produk digital seperti aplikasi ojek online dan M-Banking tentunya membutuhkan seorang UX Designer.

Namun, apakah hanya UX Designer yang dibutuhkan? Bagaimana dengan UX Writer dan UI Designer? Lalu, apa perbedaannya? 

Nah, pada artikel ini, Anda akan mengetahui lebih dalam tentang perbedaan UI dan UX, kriteria UI dan UX yang baik, dan Manfaat UI dan UI dalam Pengembangan Website dan Aplikasi. Tentunya yang disertai dengan contoh. 

Yuk kita simak pembahasan lengkapnya melalui poin-poin berikut!

Apa Itu User Interface (UI)?

Seperti yang tertera pada judul, UI adalah singkatan dari User Interface. Dalam bahasa Indonesia, biasanya disebut juga dengan “Antarmuka Pengguna”. 

Jadi, UI di sini adalah tampilan yang Anda lihat ketika menggunakan sebuah perangkat lunak. Misalkan, Anda memiliki aplikasi Gojek. Saat Anda membuka aplikasinya, Anda bisa melihat banyak komponen desain. Contohnya seperti tombol, font, ikon, maupun layout nya. Mereka itulah yang dinamakan UI. 

Perlu diingat, UI berfokus pada keindahan dan kenyamanan pengguna. Jadi, tampilan produk dan tampilan aplikasi yang menarik termasuk ke dalam ranah UI. 

Lalu, apa bedanya UI UX? Benarkah UI termasuk ke dalam UX? 

Simak ulasan pada bagian selanjutnya dan cari tahu jawabannya!

Apa Itu User Experience (UX)?

Seperti namanya, User Experience atau UX berfokus pada pengalaman pengguna. Hal ini berbeda dengan UI yang mementingkan keindahan dan kenyamanan. Namun, UI sendiri sebenarnya adalah bagian dari UX. Mengapa demikian?

Contohnya seperti ini. Anda ingin membuat sebuah tombol yang jika diklik akan menuju ke sebuah fitur pada aplikasi Anda. Di dalam pikiran Anda, sudah ada berbagai macam ide tentang warna, bentuk, maupun ukuran tombol tersebut. Hal ini sudah pasti termasuk ke ranah UI, bukan? 

Nah, untuk membuat tombol tersebut, Anda membutuhkan validasi terlebih dahulu dari sisi UX. Apa alasan tombol tersebut dibuat? Mengapa warna, bentuk, dan ukurannya demikian? Apakah tombol ini akan bermanfaat bagi pengguna? 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa UI UX saling berhubungan satu sama lain. Namun, UI sendiri sangat bergantung kepada UX. Karena pada dasarnya, tujuan dibangunnya aplikasi adalah untuk memecahkan masalah yang dialami oleh pengguna. 

Sampai sini, Anda sudah cukup mengerti kan? 

Jika sudah, yuk kita masuk ke pembahasan selanjutnya, yaitu perbedaan UI UX!

Perbedaan UI UX

Nah, sekarang Anda sudah cukup paham kan tentang UI dan UX?

Di poin berikutnya, kita akan sama-sama belajar tentang perbedaan UI dan UX. Namun, artikel ini akan lebih banyak membahas tentang UI dan UX designer. Jadi, UX Writer maupun UX Researcher kita kesampingkan dulu ya!

Sekarang, yuk kita simak perbedaan UI UX design di bawah ini!

1. Fokus

Perbedaan UI UX yang utama terletak pada fokusnya. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, desainer UI berfokus pada keindahan tampilan. Sedangkan UX fokus pada pengalaman pengguna. 

Jadi, UX mencoba mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Biasanya, hal ini dilakukan melalui riset. Bisa dengan membagikan survey maupun melakukan sesi interview. 

Dengan demikian, mereka menjadi tahu masalah apa yang dialami oleh pengguna. Dari situlah biasanya sebuah fitur atau elemen pada aplikasi dibuat atau diubah, yaitu agar pengguna menjadi lebih nyaman. 

Berbeda halnya dengan UI. Fokus utama dari User Interface adalah keindahan. Mulai dari bentuk, warna, hingga ukuran sebuah elemen pada aplikasi. 

Biasanya, desain yang menjadi tampilan sebuah aplikasi juga disesuaikan dengan branding. Artinya, aplikasi Anda harus mencerminkan brand Anda. 

2. Skill

Skill apa yang dibutuhkan UI UX? Pastinya, UI UX membutuhkan skill yang berbeda. 

Yang pertama adalah UI Designer. Untuk bisa mendesain tampilan sebuah aplikasi, Anda perlu memiliki skill basic design. Lebih bagus lagi jika Anda pernah memiliki pengalaman sebagai Graphic Designer sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa Anda sudah mengerti kaidah-kaidah dasar pada desain. 

Selain itu, Anda harus memiliki skill creative thinking. Tugas UI Designer adalah untuk mempercantik tampilan aplikasi. Jadi, Anda harus bisa berpikir secara kreatif agar tampilan aplikasinya menarik bagi pengguna. 

Berbeda halnya dengan UX Designer ataupun UX Writer. Skill utama yang harus dimiliki adalah skill riset. Hal ini karena Anda akan banyak melakukan riset untuk mendapatkan feedback dari pengguna. Dari hasil feedback tersebut, Anda bisa menambahkan elemen maupun fitur yang tepat sasaran. 

Khusus untuk UX Writer, Anda perlu memiliki basic skill copywriting. Anda harus bisa membuat sebuah tulisan atau copy yang meningkatkan pengalaman pengguna.

3. Pre-Building

Apa yang dimaksud dengan Pre-Building? Pre-Building di sini maksudnya proses pekerjaan UI UX sebelum akhirnya bisa digunakan oleh pengguna. 

Jika Anda seorang UI Designer, Anda akan familiar dengan mockup. Jadi, desain yang Anda buat biasanya dibentuk menjadi mockup seperti contoh di bawah ini.

user interface
User Interface by Freepik

Membuat mockup desain adalah hal yang biasanya wajib dilakukan. Hal ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai konsep yang sedang dibuat. Selain itu, mockup juga bisa digunakan sebagai media presentasi. Sehingga rekan kerja maupun client bisa lebih memahami konsepnya.

Lalu, bagaimana dengan UX? 

UX biasanya menggunakan wireframe dan prototype. Hal ini berguna untuk mengetahui alur desain maupun copywriting yang dibuat. Contohnya seperti di bawah ini.

user experience
Prototyping Photo by Amélie Mourichon on Unsplash

Nah, wireframe dan prototype sendiri biasanya dibuat sebelum masuk ke tahap visual mockup. Jadi, bisa dibilang ini “gambaran kasar” dari konsep yang dibuat. Sedangkan visual mockup adalah gambaran yang lebih terstruktur.

4. Tools

Perbedaan selanjutnya terletak pada Tools. Nah, hal ini berhubungan dengan Pre-Building yang disebutkan pada poin sebelumnya. 

Untuk membuat mockup, UI Designer biasanya menggunakan beberapa aplikasi. Contohnya seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Flinto, dan Framer X. 

Sementara itu, untuk membuat wireframe atau prototype, Figma biasanya menjadi pilihan populer untuk UX Designer dan Writer. Namun, terdapat pula alternatif tools lainnya. Contohnya seperti Sketch, InVision, Adobe XD, dan Axure. Jika Anda pemula, Anda bisa memilih tools yang lebih mudah digunakan ya!

Kriteria UI dan UX yang Baik

Setelah mengetaui pengertian masing-masing antara UI dan UX dan juga mengetahui perbedaan antara keduanya. Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Anda dalam mendesain suatu produk agar hasil yang didapatkan maksimal. Simak kriterianya di bawah ini:

1. Kriteria UI yang Baik

Berikut ini adalah kriteria UI yang baik:

a. Jelas dan Ringkas

Agar pengguna memahami informasi dari aplikasi atau website Anda, maka penting agar tampilan website terlihat jelas dan ringkas.

b. Konsisten

Ketika design yang dibuat memiliki konsistensi maka pengguna akan memberikan kemudahan mengerti atau familiar terhadap produk-produk Anda karena design yang ada konsisten.

c. Kontras Warna

Pemilihan warna sangat penting dalam desain Interface karena kontras warna yang baik akan memudahkan pengguna membaca dan memahami informasi.

d. Informasi Terstruktur

Jangan salah, desain User Interface yang baik bukan hanya harus indah dilihat, namun juga harus mudah untuk digunakan. Membuat desain yang menarik juga harus disertai dengan tampilan informasi yang terstruktur agar informasi lebih mudah dipahami oleh pengguna. Tata letak gambar, icon, ataupun tulisan tidak boleh sembarang meletakkannya.

e. Responsif

Tampilan website yang bak harus fleksibel di segala perangkat atau gadget yang ada. Hal ini agar pengguna dapat melihat tampilan website atau aplikasi dengan baik di perangkat mobile maupun desktop. Dengan demikian, pengguna bisa tetap mengakses website atau produk Anda di mana pun dan kapan pun.

d. Intuitif

Yang dimaksud desain intuitif secara sederhana adalah designnya mudah dimengerti secara natural. Pengguna akan jadi lebih mudah memahami flow website Anda tanpa perlu membutuhkan sebuah manual book.

2. Kriteria UX yang Baik

Berikut ini adalah kriteria UX yang baik:

a. Usability (mudah digunakan)

Mudah digunakan (usability) yaitu pengguna dapat menggunakan fitur-fitur aplikasi atau website tanpa membutuhkan effort yang berlebih

b. Valuable (memiliki nilai)

Memiliki nilai (valuable) yaitu fitur-fitur yang ada pada produk sesuai dengan kebutuhan dari pengguna. Apabila produk tidak dibutuhkan oleh pengguna, maka produk tersebut belum dikatakan mempunyai nilai yang berharga meski produk tersebut mudah digunakan.

c. Adoptability (mudah didapatkan)

Mudah untuk didapatkan (adoptability) yaitu produk seharusnya mudah untuk didapatkan, mudah untuk dibeli, mudah untuk diunduh sehingga pengguna bisa dengan mudah menggunakan produk tersebut.

d. Desirable (kesukaan)

Kesukaan (desirable) yaitu pengguna merasakan pengalaman yang menyenangkan ketika menggunakan produk tertentu. Artinya produk tersebut memiliki keterkaitan emosional dengan pengguna.

Manfaat UI dan UI dalam Pengembangan Website dan Aplikasi

Meskipun perbedaan UI dan UX cukup jauh, tetapi keduanya baik UI UX merupakan salah satu kunci sukses dari sebuah produk. Berikut ini merupakan pentingnya UI UX dalam sebuah produk:

1. Menghasilkan Produk yang Dibutuhkan Pengguna

Dengan memfokuskan desain pada user experience, maka Anda dapat membuat sebuah produk dengan fitur-fitur yang memang dibutuhkan oleh pengguna atau user. Hasilnya, pengguna akan lebih meminati produk yang dibuat berdasarkan kebutuhan dari pengguna.

Contoh perusahaan yang dapat membuktikan kesuksesannya dengan mengikuti kebutuhan pengguna adalah ESPN. ESPN sukses meningkatkan 35% pendapatan website mereka setelah mendesain ulang hompage dengan mementingkan user experience atau memberikan pengalaman menarik ketika menggunakan websitenya.

2. Meningkatkan Kepuasan Pengguna Terhadap Produk

Tampilan memang menjadi hal yang sangat penting, produk dengan tampilan yang buruk dan juga sulit digunakan akan lebih cepat ditinggalkan oleh para penggunanya. Hasil riset yang dilakukan oleh Dot Com Infoway (DCI) memperlihatkan 62% pengguna menghapus atau meng-uninstall aplikasi di ponsel mereka karena tampilan yang dimiliki oleh aplikasi tersebut berantakan dan sering terjadi eror yang sangat mengganggu.

Namun, ketika produk Anda memiliki tampilan yang menarik dan mudah digunakan, maka pengguna pun akan puas menggunakan produk milik Anda. Kepuasan akan menggunakan produk Anda akan membuat pengguna tetap menggunakan aplikasinya. Dengan kata lain, salah satu manfaat UI UX adalah untuk memanjakan pengguna produk.

3. Meningkatkan Penjualan Bisnis

Ketika sebuah website atau aplikasi bisnis Anda didesain dengan UI UX yang baik, Anda tidak hanya memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Tapi secara tidak langsung, Anda telah menjalankan strategi peningkatan bisnis.

Desain UI UX yang baik telah dibuktikan oleh Forrester Research, dengan desain yang baik, mudah digunakan,  dan sesuai dengan kebutuhan pengguna akan memberikan peningkatan conversion rate sebuah website hingga 400%. Hal itu karena desain UI UX yang baik akan membuat pengguna terkesan dengan tampilan awal dan mudah menyelesaikan kebutuhan di website tersebut. Pengguna juga akan lebih mudah melakukan conversion dan pembelian.

Kesimpulan

Sampai sini, Anda sudah cukup paham kan tentang perbedaan user interface dan user experience? Intinya, User Interface (UI) fokus pada keindahan tampilan aplikasi. Sedangkan User Experience (UX) lebih fokus pada kenyamanan, kebutuhan, serta pengalaman pengguna. 

Jika Anda ingin belajar lebih dalam, Anda bisa loh belajar di Alterra Academy! Salah satu nya di Immersive Program, tepatnya di kelas Frontend Engineering.

Namun, jika Anda ingin fokus menjadi UI/UX Designer, Anda bisa mengikuti kelas lainnya di sini

Semoga membantu!

Leave a Reply