Golang: Framework, Kegunaan, dan Pengertian [Lengkap]

Golang: Framework, Kegunaan, dan Pengertian [Lengkap]
','

' ); } ?>

Saat ini, ada banyak sekali bahasa pemrograman. Salah satunya adalah Golang. Bahasa pemrograman ini disebut juga dengan bahasa Go. 

Golang adalah bahasa pemrograman yang dibuat pada tahun 2009. Bahasa ini diciptakan dan dikembangkan oleh tim engineer di Google. Mereka adalah Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson.

Awalnya, Golang hanya digunakan untuk kepentingan internal. Namun, bahasa ini akhirnya dirilis untuk publik. Sifatnya menjadi open source. Tujuannya agar siapapun bisa mengembangkan bahasa Go. 

Beberapa tahun ke belakang, bahasa Go ini mulai banyak dibicarakan. Pada tahun 2020, bahasa ini berhasil menempati urutan kelima teratas dalam kategori bahasa pemrograman yang paling disukai oleh developers di seluruh dunia. 

Dengan populernya bahasa pemrograman Go, banyak perusahaan yang menggunakannya untuk mengembangkan aplikasi mereka. Perusahaan tersebut bervariasi dari dalam sampai dengan luar negeri. 

Untuk mengetahui bahasa pemrograman ini secara lebih dalam, mari kita bahas melalui beberapa poin berikut.

Kegunaan Golang

Golang
(Source: Flaticon)

Golang banyak dilirik mulai dari beberapa tahun ke belakang. 

Selain itu, developers juga banyak yang menyukai bahasa pemrograman buatan Google ini. Hal tersebut tidak terjadi begitu saja. Bahasa Go memiliki fitur-fitur menarik yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi. 

Untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut, berikut adalah beberapa kegunaan Golang.

1. Back-End Development

Golang cocok digunakan untuk pengembangan back-end. Khususnya pada aplikasi atau perusahaan yang sudah cukup lama berdiri dan memiliki banyak pengguna. 

Dengan jumlah pengguna yang banyak, maka sistem akan semakin berat. Namun, dengan Golang, hal tersebut akan mudah diatasi. Alasannya karena bahasa Go memiliki fitur concurrency, yaitu fitur yang bisa mengerjakan beberapa perintah dalam satu waktu yang sama.

Selain itu, bahasa Gojuga tidak membutuhkan banyak memori. Hal ini diatasi dengan fitur garbage collector yang menghapus memori yang tidak terpakai lagi. 

Dengan begitu, aplikasi yang menggunakan Golang dapat menerima perintah atau order yang berat. Hal tersebut berhubungan dengan kegunaan yang kedua.

2. Pengembangan Aplikasi E-Commerce

Pernah ingin berburu diskon di e-commerce tapi websitenya tidak bisa digunakan? 

Hal tersebut terjadi karena jumlah traffic atau pengunjung yang terlalu banyak. Dengan Golang, masalah tersebut bisa diselesaikan.

Aplikasi e-commerce membutuhkan sistem yang kuat dan cepat. Jika website atau aplikasi e-commerce perlu waktu yang lama untuk loading, hal itu akan mengganggu user experience atau pengalaman pengguna. Begitu juga sistem yang down saat banyak pengunjung yang datang.

Dengan Golang, masalah-masalah di atas tentunya dapat diatasi. Bahkan, bahasa pemrograman ini terbukti sangat ideal untuk pengembangan aplikasi e-commerce Allegro.

3. Pengembangan Cloud Native

Mirip dengan back-end development, pengembangan cloud native juga membutuhkan fitur concurrency pada Golang. Arsitektur cloud native dapat ditemukan pada platform penyimpanan data online seperti Google Cloud.

Sama seperti aplikasi e-commerce, Golang membantu aplikasi cloud untuk mengatasi pengguna dalam jumlah banyak. Contohnya seperti Dropbox yang memiliki lebih dari 500 juta pengguna. Dengan bahasa Go, performa dan kinerja mereka menjadi lebih efisien.

Golang Framework

Sebelum masuk ke jenis-jenis framework Golang, Anda perlu mengetahui satu hal:

Apa itu framework?

Mengutip Code Institute, framework adalah sebuah platform atau kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi perangkat lunak. Aplikasi tersebut bisa berbasis desktop maupun berbasis website. 

Setiap bahasa pemrograman pastinya memiliki framework masing-masing. Begitu juga dengan Golang. Berikut adalah framework yang biasanya digunakan developers untuk melakukan coding dengan bahasa pemrograman Go.

1. Gin

framework gin
Framework Gin

Gin adalah golang framework yang populer. Framework ini terkenal karena tampilannya yang minimalis. Biasanya, Gin digunakan untuk membangun REST API pada back-end development. 

Framework Gin juga banyak disukai karena kinerjanya yang cepat. Bahkan, framework ini bekerja 40 kali lebih cepat daripada framework Martini yang akan dibahas selanjutnya.

2. Martini

Framework Martini
Framework Martini

Martini memang tidak lebih cepat daripada Gin. Namun, Martini merupakan framework yang kuat. Tampilannya sederhana seperti framework Gin. Namun, golang framework yang satu ini termasuk lebih kecil dan ringan.

Meskipun kecil dan ringan, framework Martini memiliki performa yang baik. Framework ini telah terintegrasi dengan third-party, dapat melakukan basic routing, serta implementasi middleware.

3. Beego

Framework Beego
Framework Beego

Pernah dengar Django? 

Django adalah salah satu framework terpopuler milik Python. Di Golang, terdapat sebuah framework yang mirip dengan Django. Framework tersebut bernama Beego.

Biasanya, Beego digunakan untuk pengembangan aplikasi berbasis web. Namun, golang framework yang satu ini juga dipakai untuk mengembangkan layanan back-end.

Selain itu, framework Beego juga digunakan untuk membangun REST API seperti framework bernama Echo yang akan dibahas di poin selanjutnya.

4. Echo

Framework Echo
Framework Echo

Sama seperti Beego, framework Echo juga digunakan untuk membangun REST API yang kuat. Ketika rendering data dengan framework ini, API akan memberikan respon HTTP yang beragam. Contohnya seperti JSON, XML, HTML, File, Attachment, Inline, Stream dan Blob.

Meskipun begitu, terdapat sebuah framework yang dapat mengembangkan API dengan lebih cepat dan mulus. Framework tersebut akan dibahas setelah ini.

5. Revel

Framework Revel
Framework Revel

Jika ingin membangun dan mengembangkan API, maka Revel adalah pilihan framework yang paling tepat. Framework Golang yang satu ini tidak perlu diunduh. Alasannya karena framework ini merupakan framework yang independen. Terlebih lagi, Revel tidak membutuhkan third-party plugins.

Dengan kelebihannya di atas, Revel termasuk ke dalam salah satu framework terbaik yang dimiliki Golang.

Perusahaan yang Menggunakan Golang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Golang digunakan oleh banyak perusahaan. Banyaknya pengguna bahasa ini disebabkan oleh bahasanya yang sederhana dan mudah dimengerti. Bahasa ini juga cocok digunakan untuk berbagai pengembangan aplikasi. 

Perusahaan-perusahaan yang menggunakan Golang pun bervariasi. Tentunya, Golang digunakan di perusahaan internasional terlebih dahulu. Setelah itu, barulah bahasa pemrograman ini diadaptasi di perusahaan dalam negeri. 

Berikut adalah beberapa perusahaan yang menggunakan bahasa Go sebagai salah satu bahasa pemrogramannya. 

1. Google

Bahasa pemrograman Go dikembangkan oleh Google. Pastinya, Golang digunakan terlebih dahulu di perusahaan tersebut.

Awalnya, bahasa ini diciptakan untuk menyelesaikan masalah teknis internal di Google. Contohnya untuk mengembangkan aplikasi perangkat lunak dan melancarkan workflow di Google. Namun, bahasa Go akhirnya dirilis kepada publik untuk bisa digunakan, dikembangkan, dan didistribusikan.

Di Google, bahasa pemrograman Go digunakan pada pengembangan berbagai aplikasi. Beberapa di antaranya adalah Google Chrome, Google Earth, dan Youtube.

2. Dropbox

Pernah menyimpan data secara online?

Dropbox adalah salah satu platform yang menawarkan fasilitas tersebut. Anda dapat menyimpan foto, video, dan data lainnya daring. Sehingga, Anda tidak perlu bergantung pada satu device karena data Anda bisa diakses dimana pun.

Faktanya, aplikasi Dropbox juga menggunakan Golang. Padahal aplikasi ini awalnya menggunakan bahasa pemrograman Python. Namun, penggunanya yang terus meningkat membuat pengembangan aplikasi tersebut semakin kompleks. 

Pada akhirnya, Dropbox beralih ke Golang. Hal ini disebabkan karena Golang adalah bahasa yang concurrent dan lebih cepat daripada Python.

3. Uber

Uber adalah aplikasi transportasi online. Dulu, aplikasi ini menyaingi Gojek dan Grab sebelum akhirnya berhenti beroperasi di Indonesia pada tahun 2018. Namun, aplikasi ini masih ada di banyak negara. Contohnya seperti Jepang, Inggris, dan Italia.

Awalnya, Uber menggunakan Javascript dan Python untuk mengembangkan aplikasinya. Namun, mereka mulai memakai Golang sebagai bahasa pemrograman untuk layanan-layanan terbaru Uber.

4. Gojek

Siapa yang tak kenal Gojek?

Sama seperti Uber, Gojek adalah aplikasi transportasi online. Fokus utama dari aplikasi ini adalah layanan ojeknya. 

Di Gojek, bahasa Go digunakan sebagai salah satu bahasa pemrogramannya, khususnya untuk implementasi integration testing. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bagian-bagian pada aplikasi Gojek berjalan sesuai yang diinginkan. Dengan Golang, integration testing menjadi lebih mudah. 

Selain Gojek, bahasa pemrograman Go juga digunakan di sebuah e-commerce asal Indonesia. Lebih lengkapnya akan dibahas pada poin selanjutnya.

5. Tokopedia

Seperti yang sudah disebutkan di awal, Golang cocok digunakan untuk pengembangan aplikasi e-commerce. Salah satu aplikasinya adalah Tokopedia. 

Bahasa pemrograman yang satu ini sangat disukai oleh tim software engineer di Tokopedia. Alasannya karena bahasa Go memberikan pesan error di awal. Sehingga mereka bisa menjadi lebih teliti. 

Maka dari itu, bahasa Go dipilih menjadi salah satu bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Tokopedia.

Alasan Mengapa Anda Harus Belajar Golang

Golang merupakan salah satu bahasa pemrograman terbaik yang bisa anda pelajari untuk menambah keterampilan pemrograman Anda.

Berikut 5 alasan utama mengapa Anda harus belajar bahasa pemrograman GO:

1. Golang adalah bahasa pemrograman yang sangat sederhana

Golang adalah bahasa yang sangat sederhana. Sintaksnya sederhana dan mudah dipelajari.
Kesederhanaannya bahkan bisa mengejutkan Anda jika Anda terbiasa dengan bahasa berorientasi objek seperti Java. Golang tidak memiliki kelas, dan karenanya tidak memaksakan konsep berorientasi objek sehingga tidak ada pewarisan.


Kesederhanaan Golang juga bisa sepenuhnya tergantung pada latar belakang pemrograman Anda. Jika Anda berasal dari dunia C, C++, atau Java, Anda akan menemukan Go sebagai berkah dan menghilangkan semua konsep rumit dari Anda.

Di sisi lain, jika Anda telah membuat kode dalam bahasa yang diketik secara dinamis seperti Python, Ruby, atau Javascript, Anda mungkin perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan Go karena diketik secara statis.

2. Gaji yang Menarik

Berdasarkan Laporan Hacker Rank Developers Skills pada 2020, para pengembang Golang telah memperoleh gaji 33% lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata lain industri. 

Perusahaan raksasa seperti CloudFlare, Dropbox, Docker umumnya mencari Go developers untuk membangun sistem backend dan middleware mereka. Oleh karena itu, mempelajari Golang bisa mengindikasikan bahwa Anda akan dihadapkan pada model konkurensi baru dan rasa kode yang berbeda yang juga membuka kesempatan kerja yang lebih baik. 

3. Kemampuan Inti Golang (core) yang sangat baik

Golang pada dasarnya diciptakan untuk memecahkan masalah pemrograman untuk server besar dan skalabel serta sistem perangkat lunak besar seperti Google. Bahasa ini menyediakan fitur:

  • Kompilasi dan eksekusi cepat
  • Keterbacaan
  • Bahasa tujuan umum
  • Pengetikan Statis
  • Tidak memaksakan Desain Berorientasi Objek
  • Konkurensi
  • Pengumpulan sampah yang bagus

4. Favorit Developers

Sejauh ini, terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengembang yang menulis kode atau berkeinginan untuk membuat kode di bahasa GO.

Menurut Survei Pengembang 2021 Stack Overflow, GO adalah bahasa ke-14 yang paling banyak digunakan oleh pengembang, dan 62,74% responden suka membuat kode di Golang.

Banyak developer juga beralih ke bahasa GO begitu mereka menghadapi masalah skalabilitas dengan bahasa lain. Jadi, GO adalah bahasa tujuan yang dapat digunakan di berbagai domain industri perangkat lunak. Akhir-akhir ini, telah terjadi peningkatan besar-besaran dalam penggunaan bahasa GO untuk membuat aplikasi/layanan web. 

5. Multithreading dan Konkurensi

Banyak developers mengatakan Go memiliki konkurensi bawaan. Apa artinya?

Perangkat komputer berkembang semakin cepat dari sebelumnya, semakin banyak inti yang ditambahkan ke mikroprosesor. Sistem multicore ini membutuhkan bahasa pemrograman yang dapat mendukung konkurensi dan dapat meningkatkan kinerja, seperti Golang.

Multithreaded ini dapat melakukan eksekusi bersamaan pada banyak core dan benar-benar menjalankan berbagai hal secara paralel.

Kesimpulan

Bahasa GO adalah bahasa yang sedang naik daun. Peminatnya meningkat dan banyak disukai karena keunggulan-keunggulannya. Bahasa pemrograman ini juga bisa digunakan untuk berbagai pengembangan aplikasi atau software development.

Pengembangan aplikasi dengan Golang juga didukung oleh framework dengan performa yang baik, mulai dari Gin, Martini, hingga Echo. Maka dari itu, bahasa pemrograman Go banyak digunakan oleh perusahaan besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Jika Anda belum menguasai Golang, tidak ada salahnya untuk belajar. Anda bisa mulai mengikuti pelatihan gratis maupun coding bootcamp seperti Immersive Program dari Alterra Academy.

Semoga membantu!

Leave a Reply